“Demokratisasi dan
Disintegrasi di Indonesia”
Menurut Huntington
dalam Effendy (2002: 43-44) mengemukakan bahwa pada tahun 1970-an hingga
1990-an terjadi demokratisasi dan liberalisasi diberbagai belahan dunia yang
berada dibawah pengaruh rezim otoriter. Fenomena ini disebut the third wave (gelombang demokrasi
angkatan ketiga), yang didalamnya ada tiga tipe proses
demokratisasi-liberalisasi yaitu transformation,
replacement, dan transplacement. Transformasi
mendorong terjadinya proses demokratisasi dan liberalisasi justru dilaksanakan
oleh anasir dari dalam rezim otoriter yang sedang berkuasa. Mereka dengan
kesadarannya sendiri atau memenuhi desakan dari elemen prodemokrasi yang ada
berusaha menggantikan system kekuasaannya dengan system yang lebih demokratik. Sementara
replasemen dilakukan oleh pihak oposisi diluar rezim otoriter yang berkuasa,
perjuangan pihak oposisi ini hingga akhirnya mengakibatkan hilangnya kekuasaan
pemerintahan otoriter hingga akhirnya mengalami keruntuhan. Kemudian
transplasemen, momentum proses demokratisasi diperoleh melalui usaha gabungan
aksi antara pihak oposisi dengan elemen reformer yang ada didalam pemerintahan.
Menurut Effendy (2002: 46-48)
di Indonesia pada awal tahun 1990-an angin demokratisasi mulai berembus kencang
dan tahun 1997 berubah menjadi badai. Soeharto dengan pemerintahan yang
otoriter dipaksa mundur dan kemudian digantikan dengan BJ. Habibie. Puncak
perubahan demokratisasi di Indonesia dari demokratisasi transplasemen menjadi
replasemen terjadi ketika dalam sidang MPR jabatan presiden lepas dari BJ.
Habibie ke Abdurrahman Wahid. Karena hal ini bisa diartikan bahwa pada akhirnya
kekuatan oposisi dapat meruntuhkan kekuasaan rezim lama yang masih tersisa.
Lebih lanjut Effendy
(2002: 48) mengemukakan bahwa pola konflik yang terjadi dalam demokratisasi di
Indonesia adalah: pertama, antara
kekuasaan lama status quo yang masih
tersisa berhadapan dengan kekuatan reformasi. Kedua, antara kekuatan reformasi yang berada didalam struktur
kekuasaan berhadapan dengan kekuatan reformasi yang karena alasan atau sebab
tertentu tidak ikut masuk didalam lingkaran kekuasaan. Ketiga, antara kekuatan reformasi yang ada didalam lingkaran
kekuasaan itu sendiri, yang saling berebut ‘kue’ reformasi.
Kemudian Huntington
dalam Effendy (2002: 49) menyatakan bahwa terdapat dua permasalahan di
Indonesia sekarang, yaitu: pertama, masalah
penanganan Hak Asasi Manusia dan penyalahgunaan kekuasaan terutama korupsi yang
dilakukan oleh rezim sebelumnya dan rezim sekarang. Kedua, masalah membangun keseimbangan baru antara pentingnya
menjaga integritas bangsa dengan tuntutan otonomi daerah bahkan pemisahan diri.
Hai Pak, kami dari kumpulan cewek canss,imoet,and strong
BalasHapusdengan nama :
Rifka Adelia Asti
Mutia Muchtar
Alifia Syalsabilla W
Dinda Fauziah Annisa Soleha
Husnul Mariah Nasution
Sarah Salsabila Rachmin